Monday, October 6, 2008

Berbunga bunga

Pagi ini sehabis ngantar Phoebe ke sekolah, aku potong rumput. Udah panjang sejak kemarin kemarin, tapi karena hujan terus dan Phoebe harus diurus apalagi hari Kamis minggu lalu dia nggak masuk sekolah, pilek, jadi baru hari ini sempatnya. Dua jam baru selesai, itu juga karena aku cabut weeds dulu, dandelions namanya. Bejibun jibun di halaman belakangku. Kalo' berbunga, cantik, kuning cerah. Dulu aku kira itu memang bunga, tapi suamiku bilang, "no, those are weeds, should be taken out". Kalo' nggak dicabut makin berbiak dan akhirnya jadi benalu untuk rumput.

Capek. Sebetulnya bisa aja tiduran dulu, tapi nggak minat. Belum sarapan, buka buka kulkas, kok nggak ada yang menarik untuk dikunyah ya ... Akhirnya aku nibble coklat, bawa ke ruang komputer dan abisin di situ. Aku tatap tuh komputer, balas satu imel teman, bengong lagi. Udah jam 1 siang, masih kerasa capeknya. Sebentar lagi jemput Phoebe dari sekolah. Tadi pagi dia aku turunin di samping sekolah dan aku suruh jalan sendiri menuju pintu. Dia keliatan segan. "I want you to walk with me, Mommy", katanya. Wah, nggak bisalah, soalnya aku udah berhenti di jalur pengantar anak, kalo' aku ngantar Phoebe pas di depan pintu, berarti aku akan ngalangin lalu lintas mobil lain yang akan keluar. Sekali sempat aku ditegur sama kepala sekolah supaya jangan parkir mobil pagi pagi sementara aku ngantar Phoebe ke dalam. Aku sempat malu waktu itu, abis tuh kepsek suaranya bisa didengar sama ibu ibu yang lain yang lagi nunggu untuk ngejemput. Aku jadi kaya anak sekolah yang dimarahin guru.

Muka Phoebe udah keliatan mau ngambek, tapi syukurlah, ada teman cowoknya yang dia suka. Masih kecil tapi udah keliatan gantengnya. Dia juga nggak mau jalan sendiri, jadi ibunya gandeng dia. Phoebe mulai senyum waktu ngeliat Oliver. "I keep an eye on her, don't worry", kata ibu Oliver ke aku sambil barengan jalan sama Phoebe juga. Aku lega, balik ke mobil dan pulang.

Phoebe suka banget dengan sekolahnya. Hari pertama dia ke sekolah, dia bilang "Mommy, I want to go to hundreds of school, I want to go there everyday!", dengan muka berbinar binar. Aku senang dengarnya, semogalah memang dia akan suka bersekolah seterusnya bukan karena di JK aja dimana PR belum banyak, hehehe ... Minggu lalu aku sempatin lagi ngeliat Phoebe main di playground sebelum bel masuk berbunyi. Salah satu guru sekolah yang tau kalo' aku orangtua Phoebe bilang, "Phoebe always looks excited, happy and funny. She always greets me cheerfully but at the first time she called me, she shouted "Hi, Jolin!" All my students who were there at that time laughed hard. It's just not normal to call a teacher by just the name, so then I asked her to put Mr. the next time she calls. That works well now", katanya sambil tersenyum. "I'm looking forward to having her as my student", katanya lagi mengakhiri percakapan. Ibu mana yang nggak senang dengar komplimen seperti ini dari guru sekolah anaknya. Aku ingat kata kata guru Phoebe waktu aku ngantar dia masuk ruang kelas. Hujan lebat, jadi semua anak bisa langsung masuk kelas sebelum bel berbunyi. Gurunya bilang ke aku,"Was Phoebe at pre-school before she goes here?" Aku bilang, nggak, nggak pernah, selama ini dia hanya selalu sama aku. Dia bilang lagi, "Wow, Phoebe is so able, you're doing a good job in raising her!" Ah, langsung sempit nih baju. Pulang ke rumah, hatiku berbunga bunga.

Tuhan, terima kasih untuk pujian yang aku dapat mengenai anakku. Kiranya Engkau tetap pelihara dia, jaga dia, tumbuhkan dia, didik dia, menjadi anak yang bisa dibanggakan bagi bangsa dan negara, entah itu Indonesia, Kanada atau dunia, namun terlebih lebih bagi Engkau. Dalam nama Yesus, Amin.

No comments: