Monday, October 6, 2008

Bangga

Saat ini ekonomi Cina memang lagi melambung. Hampir setiap negara betransaksi dengan negara Cina, alhasil barang barang produksi Cina pun gampang ditemukan di pelosok pelosok bumi termasuk pastinya, Kanada. Barang barang buatan Cina laku di sini, bukan karena kualitasnya tapi karena murahnya. Indonesia yang juga biaya tenaga kerjanya masih tergolong murah dan sumber alam yang melimpah pun masih mengimport dari Cina.

Tapi akhir akhir ini barang barang buatan Cina udah makin disorot. Dari mainan anak anak, ditemukan banyak mengandung timah, sangat berbahaya buat kesehatan bahkan bisa mematikan. Banyak permainan anak anak buatan Cina di US ditarik dari peredarannya karena bahan yang berbahaya ini. Makanan kucing buatan Cina pun sempat distop karena mengandung bahan melamin yang membuat gagal ginjal hewan peliharaan itu. Nggak kapok juga negara Cina ini, akhir akhir ini melamin dimasukkan di produk susu sehingga beberapa bayi meninggal di Cina dan ratusan mengalami gagal ginjal. Negara negara lain berlomba lomba menghentikan produk susu buatan Cina setelah penemuan ini. Di Indonesia sempat dihebohkan dengan makanan buatan Cina yang mengandung formalin untuk mengenyalkan makanan yang bisa menyebabkan kanker. Banyak pro dan kontra. Heboh.

Di Kanada ini, aku beberapa kali ke chinese store, tapi bukan untuk beli daging, ikan dan susu karena bagiku masih aman beli di supermarket bule yang masih memperhatikan tingkat kesehatan dan keamanan produknya. Aku ke sana hanya untuk membeli bahan bahan masakan yang nggak ada di supermarket bule, yang aku beli kebanyakan memang bahan bahan masakan Asia seperti kangkung, cai sim, singkong, kelapa muda, dlsb. Keripik dan kerupuk pun juga menjadi incaranku, tapi sampai sekarang aku belum pernah liat emping.

Anyways, balik lagi ke barang barang buatan Cina. Karena ketidak-amanan dan kualitas buruk barang barang Cina itulah para konsumen di sini terutama mereka yang memang berduit, mulai tidak meminati produk Cina. Mereka mencari produk lokal, produk Kanada, tapi selain jumlah terbatas, harganya pun menjulang, tak terjangkau oleh semua orang di sini. Nggak heran karena biaya tenaga kerja Kanada sangat tinggi.

Nah, ceritaku ini ada kaitannya dengan sekolah Phoebe. Mereka nggak mengijinkan pembelian barang barang keperluan tugas sekolah di Dollarama atau toko sedolar yang 100 persen produk buatan Cina. Banyak macam seragam yang mereka terapkan, setelah aku simak baik baik, "hampir" semuanya produk lokal, made in Canada, memang mahal tapi kualitasnya baik dan aman. Coba liat foto foto berikut:


Di sini Phoebe pakai golf shirt lengan pendek dan skort, untuk cuaca berudara hangat atau panas.

Inilah bagian seragam yang dipakai Phoebe menurut foto foto di atas.




Ini contoh golf shirt berlengan panjang yang dipakai pada saat udara sudah mendingin. Perhatikan negara pembuatnya, ... made in Canada.











Rok celana yang dipakai Phoebe disebut skort, kependekan dari skirt dan short.

Inilah bentuknya, dan negara pembuatnya ... made in Canada.






Seragam ini disebut tunic, biasanya dipakai apabila ada acara khusus seperti pemotretan bersama seluruh murid. Anak anak, terutama Phoebe, nggak begitu suka memakai seragam ini, memang sih nggak banyak ruang di sekitar pinggang dan perut, jadi nggak leluasa bergerak.


Beginilah bentuk tunic dan negara pembuatnya ... made in Canada.



Sebagai baju pelapis tunic, Phoebe memakai blus putih, persis blus putih sekolah SD ku dulu hanya bahannya aja yang lain. Yang ini lebih tebal dan buatannya ... made in Canada.



Memasuki musim dingin, anak anak disarankan untuk memakai celana panjang. Sebagai penyesuaian, aku pakaikan Phoebe celana panjang ini dengan blus putih di atas. Made in Canada juga.



Di atas aku bilang kan "hampir" semua seragam Phoebe buatan Kanada, berarti nggak semuanya. Coba perhatikan kedua foto ini, sweater yang dipakai Phoebe itu disebut cardigan, aku beli dua, tapi yang satu ngilang, uh, sebel deh. Lagi dicari, mungkin Phoebe kelupaan ditinggal di kelasnya.


Anyway, ini bentuk cardigan itu dan negara pembuatnya adalah ...






I N D O N E S I A !!!!!

Bangga nggak tuh gue???

Berbunga bunga

Pagi ini sehabis ngantar Phoebe ke sekolah, aku potong rumput. Udah panjang sejak kemarin kemarin, tapi karena hujan terus dan Phoebe harus diurus apalagi hari Kamis minggu lalu dia nggak masuk sekolah, pilek, jadi baru hari ini sempatnya. Dua jam baru selesai, itu juga karena aku cabut weeds dulu, dandelions namanya. Bejibun jibun di halaman belakangku. Kalo' berbunga, cantik, kuning cerah. Dulu aku kira itu memang bunga, tapi suamiku bilang, "no, those are weeds, should be taken out". Kalo' nggak dicabut makin berbiak dan akhirnya jadi benalu untuk rumput.

Capek. Sebetulnya bisa aja tiduran dulu, tapi nggak minat. Belum sarapan, buka buka kulkas, kok nggak ada yang menarik untuk dikunyah ya ... Akhirnya aku nibble coklat, bawa ke ruang komputer dan abisin di situ. Aku tatap tuh komputer, balas satu imel teman, bengong lagi. Udah jam 1 siang, masih kerasa capeknya. Sebentar lagi jemput Phoebe dari sekolah. Tadi pagi dia aku turunin di samping sekolah dan aku suruh jalan sendiri menuju pintu. Dia keliatan segan. "I want you to walk with me, Mommy", katanya. Wah, nggak bisalah, soalnya aku udah berhenti di jalur pengantar anak, kalo' aku ngantar Phoebe pas di depan pintu, berarti aku akan ngalangin lalu lintas mobil lain yang akan keluar. Sekali sempat aku ditegur sama kepala sekolah supaya jangan parkir mobil pagi pagi sementara aku ngantar Phoebe ke dalam. Aku sempat malu waktu itu, abis tuh kepsek suaranya bisa didengar sama ibu ibu yang lain yang lagi nunggu untuk ngejemput. Aku jadi kaya anak sekolah yang dimarahin guru.

Muka Phoebe udah keliatan mau ngambek, tapi syukurlah, ada teman cowoknya yang dia suka. Masih kecil tapi udah keliatan gantengnya. Dia juga nggak mau jalan sendiri, jadi ibunya gandeng dia. Phoebe mulai senyum waktu ngeliat Oliver. "I keep an eye on her, don't worry", kata ibu Oliver ke aku sambil barengan jalan sama Phoebe juga. Aku lega, balik ke mobil dan pulang.

Phoebe suka banget dengan sekolahnya. Hari pertama dia ke sekolah, dia bilang "Mommy, I want to go to hundreds of school, I want to go there everyday!", dengan muka berbinar binar. Aku senang dengarnya, semogalah memang dia akan suka bersekolah seterusnya bukan karena di JK aja dimana PR belum banyak, hehehe ... Minggu lalu aku sempatin lagi ngeliat Phoebe main di playground sebelum bel masuk berbunyi. Salah satu guru sekolah yang tau kalo' aku orangtua Phoebe bilang, "Phoebe always looks excited, happy and funny. She always greets me cheerfully but at the first time she called me, she shouted "Hi, Jolin!" All my students who were there at that time laughed hard. It's just not normal to call a teacher by just the name, so then I asked her to put Mr. the next time she calls. That works well now", katanya sambil tersenyum. "I'm looking forward to having her as my student", katanya lagi mengakhiri percakapan. Ibu mana yang nggak senang dengar komplimen seperti ini dari guru sekolah anaknya. Aku ingat kata kata guru Phoebe waktu aku ngantar dia masuk ruang kelas. Hujan lebat, jadi semua anak bisa langsung masuk kelas sebelum bel berbunyi. Gurunya bilang ke aku,"Was Phoebe at pre-school before she goes here?" Aku bilang, nggak, nggak pernah, selama ini dia hanya selalu sama aku. Dia bilang lagi, "Wow, Phoebe is so able, you're doing a good job in raising her!" Ah, langsung sempit nih baju. Pulang ke rumah, hatiku berbunga bunga.

Tuhan, terima kasih untuk pujian yang aku dapat mengenai anakku. Kiranya Engkau tetap pelihara dia, jaga dia, tumbuhkan dia, didik dia, menjadi anak yang bisa dibanggakan bagi bangsa dan negara, entah itu Indonesia, Kanada atau dunia, namun terlebih lebih bagi Engkau. Dalam nama Yesus, Amin.