Thursday, September 4, 2008

Phoebe Sekolah

Sejak kecil Phoebe udah keliatan aktif sekali dan banyak ulahnya. Aku sampai kewalahan kalo' dia udah ngambek pengen main, pernah kepikiran untuk memasukkan dia di pre-school tapi karena aku nggak kerja, yah ngapain pula buang buang duit, memang begitulah kalo' mau jadi ibu kan?

Kepikiran untuk memasukkan Phoebe di TK kecil, istilah di Kanada ini, Junior Kindergarten (JK) tahun 2007 lalu, tapi karena usia sekolah di sini harus minimal 4 tahun pada waktu masuk sekolah (tahun ajaran baru di sini dimulai bulan September) atau akan 4 tahun di tahun yang sama, Phoebe nggak memenuhi syarat. Dia lahir tanggal 21 April 2004, jadi tahun ajaran baru September 2007, dia berusia 3 tahun 5 bulan, masih belum boleh, jadi tahun 2008 inilah dia masuk sekolah.

Pendek kata, hari mulai sekolahnya tanggal 4 September 2008. semua persiapan sekolahnya sudah beres, dia tinggal masuk. Minggu ini adalah minggu orientasi, perkenalan dengan guru, dengan teman teman, dengan gedung sekolah dan fasilitasnya dan jadwal aktivitas. Semalam dia udah nggak sabaran mau ke sekolah, seneng banget lah, aku suruh tidur lebih awal tetap aja tidur telat. Karena aku juga takut telat bangun, jadilah terjaga terus, sebentar sebentar ngeliat jam, pokoknya nggak pulas. Tidurku juga telat karena harus nyiapin makan siang Phoebe supaya nggak keburu buru perginya.

Jam 6.45 pagi aku bangun, nyiapin segalanya termasuk susu Phoebe. Dia akan sarapan lagi di sekolahnya, jadi aku rasa dengan susu sudah cukuplah untuk mengganjal perutnya sementara. Aku bangunin Phoebe, wah, susah banget. Cuma bergerak dikit, matanya nggak kebuka sama sekali. Aku bangunin lagi, kali ini ada suara, tapi nggak menggembirakan karena dia bilang "I'm so tired, Mommy, I don't want to go". Duh, gimana pula ini. Akhirnya dengan segala bujukan, dia mau beranjak, itu pun leleeeett banget. Aku sabar sabarkan diri. Untung masih punya banyak waktu. Aku bantu dia sikat gigi, kalo' sikat sendiri bisa selesai besok. Aku mandiin dia juga dan memakaikan seragam sekolahnya. Beres. Dia keliatan segar sekarang dan semangatnya untuk sekolah bangkit lagi. Emang itu kuncinya, badan harus segar untuk melakukan sesuatu di hari baru. Bahkan dia mau untuk berpose hari pertama pergi ke sekolah. Ranselnya itu adalah hadiah ulang tahunnya dari Aju Lina dan Om Aray, waktu kami merayakannya di Indonesia.













Sekolah Phoebe namanya Oakville Christian School, disingkat OCS, dekat sekali dengan danau Ontario. Danau ini luas sekali, kalo' orang asing datang dan ngeliat pertama kali, mereka akan percaya kalo' itu laut. Senang berekreasi di situ, banyak fasilitas bermain untuk anak anak. Tapi sebagaimana tempat tempat rekreasi lainnya di Kanada ini terutama yang dekat dekat dengan danau, banyak banget burung camar, bikin kotor.

Kami sampai cukup pagi di sekolahnya. Nggak susah ngajak Phoebe masuk ke ruang sekolah, bahkan dia masih ingat di mana ruang kelasnya waktu kami berkunjung ngeliat liat tempat beberapa waktu lalu. Ternyata kami barengan datang dengan anak JK lainnya, namanya Alexandria. Perawakannya kecil, Phoebe keliatan kekar banget dibanding dengan dia. Seragam yang dipakainya nggak sama dengan Phoebe, model lain yang dipakainya. Itu model tunic, aku juga senang ngeliatnya. Tapi aku pikir, karena udara masih hangat, aku pakaikan Phoebe skort, kombinasi antara rok dan celana pendek, dan t-shirt putih sebagai atasannya. Bulan September ini masih musim panas tapi cuaca udah mulai mendingin. Mungkin minggu depan baru aku pakaikan Phoebe tunic itu. Ada satu anak lagi yang datang, Rebecca. Model seragam yang dipakainya sama dengan Phoebe. Yang bikin heran, tiga anak ini bersepatu sama, padahal nggak janjian tuh belinya, kenal dengan ortu mereka juga nggak.


Phoebe dan Alexandria langsung akrab, kayanya mereka berdua punya pribadi yang sama. Ramah dan hangat, tapi eeeeiiittt, ntar dulu. Belum tau aja gimana kalo' Phoebe udah marah, hehehe ...



Aku sempetin klik klik waktu mereka main, kebetulan ada satu momen dimana sang guru, Mrs. Khoo, kasih nasehat ke mereka selama bermain supaya berhati hati. Jadwal masuk mereka untuk minggu pertama memang bergiliran, dibagi tiga hari, Phoebe dapat hari kedua, jadi dia nggak masuk waktu hari pertama dan hari ketiga. Jumlah anak di JK 11 orang, 7 ceweknya. Nah lo!

Aku liat Phoebe nggak ada masalah di kelasnya, di hari barunya pergi sekolah. Ringan langkahku untuk pulang, balik lagi nanti jam 3 siang untuk jemput dia. Naik ke mobil, ada perasaan sepi, apalagi waktu kuliat kursi Phoebe kosong. Masih lancar di jalan sampai akhirnya aku sesunggukkan. Tiba tiba aja. Rasa sepiku mendadak meninggi. Nggak terkontrol air mataku, akhirnya aku biarin mengalir. Aku seka pipi berkali kali, mungkin pengendara lain ngeliat, cueklah. Untung aku masih bisa konsentrasi nyetir. Mungkin juga karena wajah suamiku melintas. "Honey, our daughter goes to school now". Masih ingat gimana suamiku selalu berangan angan ngeliat Phoebe ke sekolah, naik bis sekolah dari depan rumah. Mimpinya yang nggak pernah terwujud.

CD lagu lagu Phoebe di mobil tetap nyala. Lebih baik begitu biar nggak terlalu sepi. Aku nggak terlalu menyimak sampai akhirnya aku dengar satu lagu ini:

I wonder if I’m growing
I wonder if I’m growing
My mom says yes I’m growing
But it’s hard for me to see

My mom says eat your sandwich
It’ll make you grow up tall
But when I eat my sandwich
I’m hardly bigger at all

And I wonder if I’m growing
I wonder if I’m growing
My mom says yes I’m growing
But it’s hard for me to see

My mom says wash your hands now
Then you can go and play
Hey, I could reach the tap now
For the very first time today

And I think I must be growing
Oh, I know I’m really growing
My mom says yes I’m growing
And now I know it’s true


Phoebe memang sedang tumbuh dan akan tumbuh. Aku harus belajar untuk mendidik dia menjadi orang yang mandiri. Biarkan dia bersekolah. Kembali aku sesunggukkan.

1 comment:

Kindeng said...

Wuaduh, aku juga terharu lho, lihat fotonya dng seragam. Aku juga ngalamin moment spt itu. Tp lebih kerasa wkt aku liat Adinda bisa naik sepeda sendiri. Kerasa banget, bayiku udah besar. Enjoy your school days Phoebe!