skip to main |
skip to sidebar
Kesukaan Phoebe banyak, semua olah raga dia suka, tiap hari kalo' bisa berenang dan liburan musim panas lalu udah nggak takut takut lagi lompat ke danau dari dok boathouse grandpanya. Soccer, hockey, baseball, sering dimainkan di halaman belakang. Dari segi seni, dia suka nyanyi, tap dancing, berakting dan berdrama. Pernah aku masukkan jadi pemeran Hawa dan Maria di drama Natalku suatu waktu. Musik? Aku masukkan dia ke kelas piano, mampu sih menyerap tapi kalo' disuruh latihan, ampuuun susahnya. Dia pernah bilang let's return this piano to the store, mommy, I don't want it anymore. Bah! Kata orang yang berpengalaman sih, memang anak susah disuruh latihan musik, tapi kita harus persisten, nanti berkembang sendiri rasa sukanya. Jadilah piano tetap di tempatnya.
Ada satu waktu dia suka sekali menggambar, kebetulan aku belikan portable whiteboard yang bisa dihapus dalam sekejap, entah apa itu namanya. Beberapa gambarnya yang sempat aku kamerakan pada saat dia berusia 3.5 tahun, lucu lucu dan unik. Semua diselesaikan dalam waktu semenit. Inilah galeri pertama dia:

Dinosaur
Binoo -
Binoo adalah nama tikus dari film kartun kesayangannya.
Bumblebee
Daddy Long Leg -
nama sejenis serangga di Kanada.
Daddy Long Leg and the Babies
FoxGambar gambarnya ngasih ide ke aku untuk bisa dijadikan hadiah Natal. Jadilah aku minta dia menggambar grandpa dan grandma-nya yang aku sandingkan dengan kedua foto mereka yang kebetulan dia sendiri yang ambil pada waktu mereka berkunjung ke rumah kami. It was a very nice surprise for them both, mereka suka sekali. Mereka nggak berbasa-basi, coba liat deh ...



Mirip kan?


Ingat ingat Natal 2007 lalu, salju turun banyak, senanglah. Aku memang suka salju, kadang kadang badai salju pun aku nikmati asal dilihat dari dalam rumah sambil minum teh atau susu coklat hangat. Phoebe udah nggak sabar pengen main di salju. Aku minta dia berfoto dengan baju hangat merahnya yang baru, dengan senang hati dia bergaya di halaman belakang. Cantik. Kontras sekali warna merah bajunya dan putih saljunya.

Di dalam rumah, aku juga ambil beberapa foto Phoebe di samping pohon Natal dan dekorasinya. Foto foto ini kemudian aku lampirkan dengan kartu kartu Natalku yang kukirim ke beberapa teman dan keluarga di Kanada dan Indonesia. Ini kebiasaan suamiku, mungkin juga sebagian besar orang Kanada, yang selalu melampirkan foto di dalam kartu Natal yang mereka kirimkan untuk teman dan kerabat dekat.
Tapi kegembiraan kami menyambut Natal nggak lama. Phoebe terkena virus perut lagi, tepat pada hari Natal dimana kami bermaksud merayakan Natal bersama grandpa dan grandma-nya. Bawaannya eneg akhirnya muntah. Jangankan makanan, air minum aja dimuntahin. Dia lapar tapi nggak berdaya dan trauma dengan muntahnya. Akhirnya lemas, pengennya tidur terus dan memang aku biarkan dia tidur. Badannya panas, pernah mencapai 40 derajat tapi nasehat telehealth di sini, lebih baik dirawat di rumah karena kalo' ke emergency akan menunggu berjam jam dan banyak penyakit lain di situ yang mungkin menular.
Capek, panik, kasihan, bercampur aduk. Secara mental, aku lelah banget banget kalo' Phoebe sakit, karena aku hadapin sendirian. Saat saat seperti itu pengen banget aku liat kejahilan Phoebe yang terus menerus bikin aku repot, kangen aku ngeliat cekakaknya dan bengalnya yang nggak mau dengerin aku kalo' dia melompat lompat dari sofa ke piano. Yang aku liat adalah Phoebe yang ketiduran di sofa dengan muka pucatnya.
Beberapa kali dia mengeluh sakit perut. Mungkin virusnya menyerang lagi, tapi aku berharap itu gas, so aku ambil minyak kayu putih dan aku balur perutnya. Dia ketiduran lagi, nggak lama kemudian kebangun dan bilang sakit perutnya hilang. Aku lega.
Puji Tuhan, tanggal 27 Desember Phoebe membaik dan kami merayakan Natal bersama grandma dan grandpa-nya di rumah mereka. Keadaannya masih lemah, nggak banyak lari lari sebagaimana biasanya apalagi kalau dia udah di rumah mereka yang apik itu. Acara yang dia tunggu tunggu ... buka hadiah. Buanyak dan buagus buagus. Aku juga dapat ... nggak bisa diceritain di sini karena bisa bikin ngiri, hihihihi ...
Anyways, dalam perjalanan pulang, Phoebe ketiduran di mobil. Sepi rasanya tapi nggak mau aku putar lagu, khawatir sesunggukkan. Aku kangen berat dengan suamiku, apalagi di hari Natal. Pengen banget rasanya dia balik lagi ke bumi tapi nggak mungkin dan mana dia mau. Di sana dia merayakan Natal langsung dengan yang empunya acara. Christ is the reason for the season. Entah kapan aku bergabung, aku masih punya misi di dunia ini. Yang terbesar, membesarkan Phoebe di dalam jalanNya.
Bantu aku ya Tuhan ...
Ayayayayaya ...!! Udah seabad nggak nulis! Terakhir kapan ya, ... November 2007, terus mandeg. Kayanya emang lagi nggak mood, mungkin karena kecapean, nyapu daun di musim gugur apalagi di halaman belakang, ampun deh! Bikin tulang rontok, belum lagi dinginnya angin. Mending sepoi sepoi, ini bunyinya aja udah nyeremin, kaya' twister aja. Masih bersyukur badai angin, jadi nggak perlu berkeluh lah. Tapi terus terang aja, aku nggak bisa tidur karena derak derak pohon kaya' mau tumbang. Khawatir bener bener tumbang dan aku lagi tidur, gimana hayo ... Jadi bolehlah berjaga jaga dan terjaga :-)

Winter tahun lalu bener bener brutal. Beberapa kali aktivitas dihentikan, gereja dibatalkan, sekolah ditutup, yang ngantor tetap pergi dengan segala daya upaya keluar dari tumpukan salju di depan rumah masing masing. Beberapa kali mobil stuck, pengendara sebetulnya udah tau risikonya, tapi yah kalau memang harus pergi, mau gimana lagi. Jadi untung untunganlah.
Aku bener bener capek. Urusan sapu menyapu masih berlanjut. Selesai nyapu daun, sekarang nyapu salju. Beberapa kali tergelincir dan sekali jatuh. Lebih gondok lagi kalo' tiba tiba jalan keluar mobilku yang tadinya udah aku shovel, ehhhh menggunung lagi saljunya dari truk pembersih salju yang dikerahkan pemerintah. Mau marah deh. Aku rasa sih banyak udah orang yang kasih masukan tapi masih belum ada jalan keluarnya.

Tetangga yang punya snow blower udah jadi kaya' malaikat buatku, mereka beberapa kali bersihin jalan depan garasiku, tapi seringnya sih aku sendiri yang shovel. Phoebe memang bantuin, pake' shovel kecilnya, tapi cuma 2 menit, udah gitu bosan dan nyemplung ke salju. Baring, bikin snow angel, ketawa tawa ngeliat langit. Udah gitu minta bantuanku untuk berdiriin dia karena nggak bisa bangun. Hahahaha ... rupanya nggak hanya mobil yang stuck.